Thursday, July 27, 2006

Mari Beking Teman Jadi Sahabat

Nda ada satu orang pun di dunia ini yang tidak mau punya teman. Semua orang membutuhkan teman dalam semua aspek di hidupnya. Entah itu teman kerja atau teman main, yang pasti semua pasti butuh teman.
Sungguh sangat senang bila memiliki teman yang banyak, mar selain teman torang juga sangat membutuhkan sahabat. Karena sahabat bukan hanya sekedar teman yang menemani kita pada saat senang namun juga pada saat susah.
Coba ngoni pikirkan kembali berapa teman yang ngoni punya sekarang dan berapa sahabat yang selalu dekat pe ngoni dalam suka dan duka. Definisi teman hampir sama dengan sahabat. Namun sahabat mempunyai makna yang lebih mendalam. Sahabat selalu ada bersama deng torang entah susah atau senang. Ia juga tidak akan selalu memperdengarkan pujian mar lebe banyak ba kritik, sedangkan teman sebaliknya.
Masih inga jawaban Nadine Chandrawinata saat memenangkan kontes kecantikan Putri Indonesia 2005? Nadine mengatakan ia tidak setuju dengan pendapat bahwa sahabat itu seperti bayangan. Alasannya jika sahabat hanya sebagai bayangan itu berarti sahabat hanya akan ada pada saat ada cahaya dan bila dalam kegelapan sahabat tidak ada di dekat kita.
Itu butul skali! Sahabat sebaiknya ada dekat pa torang di setiap kondisi di hidup kita. Bagaimana mengubah teman jadi sahabat? Pertama jadilah teman yang tidak selalu memuji tetapi mengkritik secara jujur mar bukan berdasarkan kecemburuan atau iri hati. Kedua, berlakulah wajar dan apa adanya, jangan berpura-pura. Ketiga, kenalilah sikap teman anda dan belajarlah untuk memahami sifat-sifatnya. Dijamin setiap teman yang ada dekat anda akan berubah jadi sahabat! (37)

ekonomi

Jagung Berpotensi Dijadikan Produk Biofuel Alternatif pengganti BBM
METRO, Manado- Ternyata, bukan hanya tanaman jarak yang bisa dijadikan produk alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM). Jagung yang adalah komoditi unggulan Sulut, juga berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi produk tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Sulut Dr Ir Lucky Longdong, kepada METRO, belum lama ini.
“Dari penelitian beberapa ahli baik lokal maupun internasional, ternyata jagung bisa dikembangkan menjadi produk biofuel, atau sejenis bahan bakar minyak nabati untuk menggerakkan mesin,” kata Longdong.
Dia mengungkapkan, pada tahun 2007 mendatang, negara adikuasa Amerika Serikat, akan menghentikan kegiatan ekspor jagung, dengan alasan komoditi tersebut akan dijadikan produk alternatif pengganti BBM. ”Informasi yang saya dengar, di Amerika telah dibuat peraturan baru mengenai kegiatan perdagangan luar negerinya, khusus untuk komoditi jagung, dimana pada 2007 mendatang, negara tersebut tidak lagi melakukan ekspor jagung, untuk kepentingan pengembangan produk biofuel, sehingga ketergantungan terhadap impor minyak mereka (Amerika-red), dapat berkurang,” ungkapnya.
Menurut Longdong, yang akan diekstrak dari komoditi bersangkutan, untuk kemudian dikembangkan menjadi bahan bakar penggerak mesin, adalah zat ethanol.”Zat ini memungkinkan sekali untuk dijadikan bahan bakar penggerak mesin,” ujarnya.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, jika proses pengembangan bahan bakar dari jagung ini terealisasi, maka dengan sendirinya salah satu komoditi yang diunggulkan Sulut ini, dapat lebih berguna serta memiliki nilai yang tinggi.
Yang harus dipikirkan saat ini tambah Longdong, adalah bagaimana meningkatkan produktifitas jagung Sulut, sehingga kedepan bisa lebih baik lagi.”Pihak Dispertanak Sulut akan terus bekerja maksimal untuk terus meningkatkan capaian hasil panen jagung, melalui optimalisasi sistem perbenihan, pemupukan, pemeliharaan serta pengaturan tanah pasca panen,” tandasnya. (36)

Musim Panas, Omset
Penjualan Lemari Es meningkat
METRO, Manado- Musim kemarau yang sementara berlangsung saat ini, telah membawa keberuntungan bagi sejumlah toko elektronik, khususnya produk lemari es atau biasa disebut warga dengan sebutan ‘kulkas’
Berdasarkan informasi yang dirangkum harian ini di sejumlah toko elektronik yang ada, jumlah penjualan yang terjadi sepanjang Juli ini, rata-rata sebanyak tiga hingga empat unit per harinya. Berbeda dengan bulan sebelumnya, dimana volume penjualan produk tersebut, hanya berkisar antara satu hingga dua unit per hari.
Di toko Meranti Elektronik misalnya. Menurut pengakuan seorang karyawan yang bekerja di tempat itu, belakangan ini animo masyarakat untuk membeli lemari es mulai kelihatan.”Kalau seandainya musim panas berlangsung lama, maka omset penjualan produk bersangkutan, kemungkinan akan terus mengalami peningkatan,” ujar karyawan tersebut, yang enggan namanya dikorankan. (36)

Rp 23 Ribu/Kg, Harga ‘Rica’ Melonjak
METRO, Manado- Harga ‘rica’ alias cabe rawit di sejumlah sentra perdagangan pasar tradisional, mengalami kenaikan.
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan harian ini di Pasar Pinasungkulan Karombasan, Kamis (27/07) kemarin, tingkat kenaikan harganya sebesar Rp 6.000 per kilogram, menjadi Rp 23 ribu per kilogram. Naik dibanding awal pekan lalu yang hanya Rp 17 ribu per kilogram.
Sejumlah pedagang yang ada di pasar tersebut mengaku, naiknya harga bumbu masak yang sangat diminati warga ini, disebabkan ketersediaan stok yang ada semakin berkurang.”Selang sepekan ini, pasokan stok yang masuk ke sejumlah pasar tradisional, sangatlah sedikit. Kemungkinan, keadaan ini terjadi akibat musim panas, sehingga banyak tanaman ‘rica’ yang mati karena kekeringan,” ungkap Udin, seorang pedagang di pasar tersebut.”Memang jika stok sedikit, harganya pasti naik,” tambahnya. (36)

SUPERMASI HUKUM

PN Manado dipandati pendukung
Sidang Kasus Pembunuhan Bayi Sampiri Semakin Memanas

METRO, Manado – Gelaran sidang kasus pembunuhan bayi Agata Piter (3) dan Miranda Kiroyan (2), dua bayi di Sampiri Airmadidi, Kamis (27/07) kemarin, semakin memanas. Apalagi kubu pendukung terdakwa dan kubu keluarga korban, sama banyaknya memenuhi ruang sidang bahkan membludak sampai keluar.
Dalam sidang yang menyeret terdakwa JR alias Uce (55) dan terdakwa NK alias Nietje (57), warga Desa Sampiri Kecamatan Airmadidi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Purwanta Sudarmadji SH dan Diana M Riyanto SH menghadirkan dua saksi. Yakni Ronni Darome dan Morten Piter. Keduanya dihadapkan di depan Majelis Hakim Charles Simamora SH, Maxiamus Daru Hermawan SH, Halimah Pontoh SH MH dengan Panitera Pengganti Wisye Sambouw SH. Sebenarnya dalam sidang tersebut, JPU sempat menghadirkan salah seorang saksi yang katanya melihat langsung aksi pembunuhan. Namun lantaran saksi yang dimaksud bisu alias wowo, tak di dampingi ahli bahasa isyarat, yang bersangkutan belum dapat dimintai keterangan.
“Pada 10 Maret 2006 pagi hari istri saya Dietje Surat, duluan bangun. Kemudian tak berselang lama saya bangun. Saya pergi ke kebun. Dua anak kami ke sekolah. Namun sekitar pukul 3 soreh, istri saya menyusul ke kebun dan memanggil pulang setelah menceritakan kejadian twasnya Agata dan Miranda. Malam hari sekitar pukul 8, istri saya mengaku takut dengan adanya kejadian trsebut,” tukas Ronny.
Dikatakan Ronny, kedua bayi malang tersebut tewas di kolam yang dijaga dirinya dan Dietje. Rony menjelaskan juga mengenai posisi dan keadaan kolam. Cuma keterangannya ada yang beda dengan Dietje. Sebelumnya Dietje menyebut ada dua lobang tempat pembuangan air kolam tersebut. Tapi Ronny menyebut hanya satu. Meski begitu Rony mengaku tak melihat dan mengetahui siapa yang membunuh Agata dan Miranda.
Sedangkan Morten hanya menerangkan kalau saat dirinya mencuci sepeda motor disamping dapur milik Ibu Hukumtua, melihat Uce mengasah alat pemotong kayu, Nietje mencuci pakaian dan juga ada Vivi serta Meyta. Morten menyebut setelah itu dirinya pergi ke Bitung dan kemudian sekitar pukul 15.00 WITA mndapat kabar dikampungnya ada dua bayi yang tewas tenggelam.
Didampingi tim Penasihat Hukum Stevi Da Costa SH, Julita Wowor SH, Reinhard Mamalu SH, Widdy Ratag SH dan Tonny Rakian SH, kedua terdakwamembantah sebagian keterangan para saksi. (06)


Dugaan kasus korupsi
Mantan Kadis PU Bitung Siap Disidangkan
METRO, Bitung – Masih ingat kasus dugaan korupsi alat berat, dengan tersangka mantan Kadis PU Bitung Ir AR alias Rolos? Saat ini berkas perkaranya sudah dilimpahkan pihak kejari ke pengadilan. Kecuali itu, kasus TVB, dengan tersangka Drs SM alias Samuel juga sudah dilimpahkan pihak kejari ke pengadilan.
Pelimpahan dua berkas korupsi ini dikatakan langsung Kajari Bitung, Agus Budijarto SH, Kamis (27/07) kemarin, di ruang kerjanya. “Soal kasus korupsi alat berat di Dinas PU dan TVB sudah dilimpahkan ke pengadilan. Saat ini tinggal menunggu sidangnya,” jelas Budijarto.
Sola keterlambatan pelimpahan, lanjut Budijarto, bukan disengaja. Tapi, karena pihak jaksa harus melengkapi dakwaan, dan penyitaan-penyitaan barang bukti. “Jadi hanya kendala teknis saja yang terjadi, karena ada berkas yang harus disempurnakan. Saat ini tidak ada kendala lagi,” tutur kajari. (05)


Soal penghentian kasus pembangunan Gedung Kesenian Bitung
Gugatan SCW dan LSM Merah Putih Resmi Disidang
METRO, Manado – Gugatan praperadilan Part II yang dilayangkan Sulut Corruption Watch (SCW) melalui koordinatornya Deswerd Zougira terhadap Kajati Sulut cq Kejati Sulut, Kamis (27/07) kemarin resmi digelar. SCW yang kali ini bergandengan tangan dengan LSM Merah Putih melalui koordinator Soehartoyo Kamiden, objek gugatannya adalah soal penghentian penyelidikan dugaan kasus korupsi pembangunan Gedung Kesenian di Girian Weru 2 Kecamatan Bitung Barat Kota Bitung.
Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Manado serta dipimpin Hakim Tunggal DL Tobing SH dengan Panitera Pengganti Chatrine Terok SH, pihak tergugat diwakili Raymond Pelupessy SH dan Benny Ratag SH
“Gugatan permohonan Praperadilan terhadap termohon, sesuai laporan, temuan pnyimpangan yang patut diduga telah terjadi tindak pidana korupsi pada Proyek Pembangunan Gedung Kesenian di Kelurahan Girian Weru 2 Kecamatan Bitung Barat Kota Bitung olehi Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) yang dikoordiner dr Sunny Rumawung ke Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut. Aka tetapi sampai hari ini tidak ada upaya serius termohon untuk menindaklanjuti,” urai Deswerd dan Soehartoyo selaku Pemohon.
“Sangat tidak dapat diterima akal sehat Kajati Sulut atas persetujuan Kajagung membentuk opini publik melalui keterangan prsnya yang dibuat dibrbagai media harian terbitan Manado menegaskan telah menghentikan penyelidikan atas kasus dugaan korupsi Proyek Pembanguan Gedung Kesenian di Kelurahan Girian Weru 2 yangsampai saat ini baru pondasinya,” tandas Pemohon.
Kata pemohon, apapun alasan termohon untuk menghentikan pnyelidikan dengan berdalih tidak cukup bukti, seakan menjatuhkan kewibawaan kinerja termohon.
“Berdasarkan fakta diatas, nyata-nyata sangat jelas telah terjadi penyimpangan yang bertentangan dengan UU No 31 tahun 1999 jo UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidan Korupsi. Slain merugikan keuangan negara, juga merupakan pelanggaran hak-hak dan ekonomi masyarakat secara luas,” tegas Pemohon. (06)

Tiga kali dipanggil sebagai saksi kasus dana ABT
Ketua Dekot Manado Tak Pernah Muncul Dipersidangan
METRO, Manado – Kembali Ketua Dewan Kota (Dekot) Manado, Drs Ferro Tarore tak muncul diruang sidang Pengadilan Negeri Manado. Padahal beliau dipanggil sebagai saksi kasus dana ABT (Anggaran Belanja Tambahan) Kota Manado.
“Sudah tiga kali kami layangkan panggilan terhadap beliau. Tapi sampai saat ini beliau belum bisa hadir dengan alasan masih sakit. Supaya persidangan kasus ini berjalan lancar, kami akan menghadirkan saksi lainnya terlebih dahuluh,” tukas Benny Ratag SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus ini.
Sementara LH Sibarani SH MH selaku Hakim Ketua dalam kasus ini, mengatakan pihaknya sudah menrima alasan dari Tarore sehingga berhalangan hadir. Dimana yang bersangkutan telah memasukkan Surat Keterangan Sakit dan Surat Perjalanan Dinas yang masih berlaku sampai kemarin.
Sementara oknum Ketua Komisi A Dewan Kota (Dekot) Manado, BP alias Benny (42), warga Kelurahan Ranotana Weru Lingkungan IV Kecamatan Wanea selaku terdakwa setia hadir di Pengadilan Negeri Manado setiap jadwal persidangan didampingi Penasihat Hukum Setli Kohdong SH dan Decroly Raintama SH. (06)

TIKAM

Amankan dua kubik kayu hitam
Polhut Minut Ungkap Illegal Logging di Pulau Talise
METRO, Airmadidi – Pihak Satuan Polisi Kehutan (Polhut) Minut, Selasa (25/07) lalu berhasil mengungkap kasus ilegal logging di pulau Talise, Kecamatan Likupang. Setidaknya dua kubik kayu hitam (eboni) yang dilindungi diamankan petugas.
Menurut informasi yang dihimpun, pengungkapan kasus ilegal logging kayu yang sangat dilindungi ini dipimpin oleh Kepala Satuan Polhut Minut Albert Mandang bersama Kepala Bidang Pengawasan DJ Mantik dan Kepala Seksi Pemeriksaan Max Wurarah SH. Ketika itu petugas menemukan kayu hitam tersebut di antara Desa Tambun dan Desa Airbanua.
Uniknya kayu-kayu itu disembunyikan di sekitar hutan bakau dengan ditenggelamkan ke bawah air. “Kami berhasil menemukan kayu-kayu ini, karena laporan dari masyarakat sekitar. Hal seperti ini sudah dua kali kami menyita kayu hitam dari para pencuri kayu di Pulau Talise. Di mana yang pertama pada bulan Maret,” jelas Mantik, seraya menambahkan pihak Dishut sudah memegang nama oknum pencurian kayu hitam tersebut.
Sementara itu menurut Tonaas Protokoler Brigade Manguni (BM) Minut Wany Winsulangi, sampai saat ini belum ada pelaku yang berhasil ditangkap petugas. “Sampai saat ini hanya kayu-kayunya saja yang disita, tetapi belum ada oknum pelaku yang mereka berhasil ditangkap. Padahal saat ini illegal loging begitu marak,” tandas Winsulangi.
Kadishut Minut Ir Oktavianus Lingkubi, ketika dikonfirmasi mengakui pihaknya mengalami kendala jumlah personil dalam mengawasi hutan yang ada di Minut. “Kendala kami mengenai personil yang terbatas, sehingga pengawasan di Pulau Talise belum bisa kita lakukan, misalnya menempatkan orang di sana,” jelas Lingkubi.(31)


Usut Mera Waruga Polres Tomohon Periksa Pengurus AMPAT

METRO, Tomohon – Dalam pengusutan kasus Mera Waruga (MW), saat ini pihak Polres Tomohon sementara memeriksa terhadap sejumlah pengurus Aliansi Masyarakat Peduli Adat Tombulu (AMPAT).
Hal itu diungkapkan Kapolres Tomohon AKP Budhy Wibowo Sumantri ketika dikonfirmasi wartawan via ponselnya, Kamis (27/07) kemarin. Menurut Wibowo, alasan pihaknya memeriksa sejumlah pengurus AMPAT, untuk dimintai keterangan lebih lanjut soal pemindahan waruga itu. Bahkan beberapa waktu yang lalu pihak AMPAT dalam melakukan aksi demo di Dekot Tomohon telah mengeluarkan pernyataan meminta pihak kepolisian menghentikan penyidikan kasus tersebut.
Lebih lanjut Wibowo mengatakan, pihak AMPAT sendiri masih berpatokan kepada ketentuan atau aturan yang tertera dalam undang – undang yang tidak lagi digunakan. Sementara itu Polres Tomohon sendiri mengacu pada UU RI Nomor 05 tahun 1992 tentang cagar budaya.(38)


Urusan di Samsat, Warga Diimbau tak Gunakan Calo

METRO, Manado – Pihak kepolisian memperingatkan warga agar dalam pengurusan di Samsat Manado tidak menggunakan calo. Hal itu diimbau mengingat banyak masalah yang terjadi karena menggunakan calo.
Ditegaskan Kasie STNK Samsat Manado AKP Fitria Gaga, untuk urusan di Samsat, lebih baik menghindari memanfaatkan jasa calo. Lanjutnya, karena kenyataannya sekarang pengurusan di instansi tersebut sudah lebih mudah dan tak banyak berbelit-belit jika melalui prosedurnya.
“Kecuali itu dengan menggunakan calo kebanyakan urusan bisa menjadi lebih panjang lagi dan mengeluarkan dana yang lebih banyak,” tandas Gaga. Lanjutnya, bahkan tak jarang terjadi si calo yang tak jelas itu menghilang dengan membawa kabur uang warga.
Diakuinya juga samapai saat ini masih ada juga praktik percaloan yang dilakukan oknum-oknum tertentu yang tak jelas di Samsat. “Memang sampai saat ini masih ada saja calo-calo tak jelas yang berkeliaran di sini. Namun itu hanya dilakukan oknum-oknum tertentu saja,” tandas Gaga.
Selanjutnya mantan Kasat Lantas Bitung itu menjelaskan, dengan mengurus sendiri surat-surat kendaraanya akan menjadi pembelajaran bagi warga. Karena warga akan mengerti dan tahu sendiri proses dan dana yang harus dikeluarkan.(23)

Penganiayaan IRT, Berbuntut Bentrok di Singkil
METRO, Manado – Aksi penganiayaan terhadap Mirna (42) warga Kelurahan Ternate Baru, Kecamatan Singkil oleh IM alias Indra alias Bemo warga yang sama berbuntut panjang. Imbasnya kelompok teman-teman korban dan tersangka terlibat aksi balas-membalas, Rabu (26/07).
Sebagaimana informasi yang dirangkum METRO, aksi Bemo yang telah menebas Mirna dengan samurai itu ternyata memicu amarah teman-temannya. Diketahui akibat aksi Bemo yang terjadi, Selasa (26/07) dinihari lalu itu menyebabkan Mirna mengalami luka robek di tangan kiri.
Kontan EP alias Epi warga setempat yang adalah teman Mirna berang, kemudian merusak rumah milik Bemo. Sebaliknya teman-teman Bemo yang tak terima dengan aksi itu kemudian balas menyerang. Akibatnya kedua kelompok itu nyaris bentrok.
Beruntung pihak kepolisian dibantu warga cepat mengantisipasi situasi tersebut. Hingga tengah malam pihak kepolisian masih terlihat berjaga-jaga untuk mencegah serta mengamankan situasi.
Kapoltabes Manado Kombes Pol Drs John Latumeten yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Singkil Iptu Saifullah menegaskan saat ini pihaknya sudah mengamankan Epi ke Poltabes Manado. Lanjutnya, untuk pelaku penganiayaan terhadap Mirna masih dalam pengejaran petugas.(39)


Polisi Kantongi Identias Penikam Warga Wonasa
METRO, Manado – Aksi penikaman menimpa Dani Karim (24) warga Karame, Wonasa, Kecamatan Singkil hingga kini belum juga terungkap pelakunya. Namun hingga kini pihak Polsek Wenang masih memburu pelakunya tersebut.
Kapoltabes Manado Kombes Pol Drs John latumeten yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Wenang AKP Gustaf Lengkong didampingi Kanit Reskrim Ipda Rivo Malonda SE, menegaskan pihaknya saat ini sementara memburu pelaku penikaman tersebut. Lebih lanjut, pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku. “Pelaku sering berpindah-pindah tempat tinggal hingga belum bisa di ringkus,” tandas Malonda.
Diketahui peristiwa itu terjadi Minggu (23/07) lalu di pusat kota Manado. Ketika itu saat pulang dari sebuah tempat hiburan malam, tahu-tahu seorang lelaki yang tak dikenalnya menikam perut kanan korban. Akibat tikaman itu korban pingsang dengan luka robek di perut. Sementara tersangka langsung ambil langka seribu.(39)


Tabrak Beton, Pemuda Kalasey Kritis
METRO, Manado – Kecelakaan menimpa Jefry Lukas (17) warga Desa Kalaesy II Dusun III, Kecamatan Pineleng. Lelaki itu kritis setelah sepeda motornya menabrak sebuah beton di Kalasey, Rabu (27/7) sekitar pukul 17.00 WITA.
Kecelakaan itu berawal ketika pemuda tersebut melaju dengan kecepatan tinggi menggunakan Suzuki Shogun. Sialnya saat melambung dua sepeda motor di depannya, korban sempat menyenggol salah satunya. Tak pelak korban oleng dan menghantam pagar beton di kanan jalan.
Selanjutnya korban yang kritis tidak sadarkan diri langsung dilarikan ke RSU Kandou, akibat luka robek di leher kanan.(40)

Tomuka: Aturan Hukum Forensik Belum Ditertibkan
METRO, Manado - Kenyataan hukum yang berlaku tentang kesehatan Undang-Undang nomor 23 tahun 1992 justru tidak dipatuhi oleh pihak yang terkait dalam hal ini para dokter dan perawat lainya yang bertugas di rumah sakit ataupun Puskesmas lainya.
Menurut Kepala Pemulasaran Jenasah RSU Kandou dr Djimy Tomuka SH DFM, Senin (24/7), sangat disayangkan aturan hukum yang berlaku tentang kesehatan dalam bidang Forensik belum ditertibkan. Pasalnya masih banyak dokter dan perawat yang bukan kompetensinya menyalahi aturan forensik, dengan seenaknya melakukan tindakan pemeriksaan visum jenasah dan kecelakaan, penyuntikan jenasah serta formalin.
”Yang berhak melakukan melakukan visum, penyuntikan dan formalin jenasah adalah dokter forensik atau petugas forensik,“ tandas Tomuka di ruang kerjanya.
Di tempat lain, Direktur RS Teling Letkol CKM dr Jimmy Moningkey kepada METRO menjelaskan yang mana pihaknya di RS Teling tidak mempersoalkan melakukan tindakan demikian terhadap jenasah atau karena kecelakaan. “Setiap dokter bisa melakukan visum jenasah, kecelakaan, penyuntikan dan formalin.“ Terang Moningkey. Sementara Wakil direktur RS Pancaran Kasih dr Laurens Kelesaran SpB mengatakan, mengenai tindakan visum, jenasah atau akibat kecelakaan, serta penyuntikan jenasah dan Formalin dilakukan yang bukan dokter Forensik dalam hal ini perawat atau dokter umum, karena alasan permintaan keluarga atau karena situasi dan kondisi.
Secara hukum hal tersebut telah melanggar pasal 133 KUHP yang mengatakan bahwa yang boleh melakukan visum adalah dokter ahli forensik atau ahli lainya. Menurut Tomuka, mengacu dari UU nomor 23 tahun 1992, pasal 81 dan 82 dikenakan ancaman pidana 5 sampai 7 tahun penjara, serta denda uang tunai berjumlah 100 juta sampai 140 juta rupiah. “Namun yang jadi persoalan sekarang pimpinan rumah sakit lain tidak memfungsikan dokter Forensik untuk melakukan tindakan visum, formalin dan penyuntikan di rumah sakit mereka ” jelas salah satu tim advokasi RSU Kandou ini.(40)

Nyiur Melambai

Sempat dibawa kabur ke Makasar
Kejari Bitung Kembalikan Mobnas DB 306 C

METRO, Bitung – Mobil Dinas (Mobnas) Pemkot Bitung DB 306 C akhirnya terungkap rimbanya. Mobnas jenis Isuzu Panther tersebut ternyata dibawa mantan Kajari Hardjati Amin SH ke Makasar. Namun, pihak yudikatif ini akhirnya berinisiatif menjemput mobnas tersebut di tanah kelahiran Amin dan dikembalikan ke pemkot.
Kebenaran hal ini dikatakan langsung Kasi Intel Kejari Bitung, Nasir Sitepu SH kemarin. “Mobnas DB 306 C telah kami kembalikan ke pemkot. Kami yang berinisiatif mengambil mobnas itu di Makasar, Senin lalu,” aku Sitepu.
Dijelaskan Kasi Intel ini, yang memerintahkan untuk menjemput Mobnas DB 306 C adalah Kajari langsung, Agus Budijarto SH. “Pak kajari yang suruh langsung pa torang. Pak kajari bilang tidak mau pakai mobil itu lagi, kendati masih dipinjamkan pemkot,” jelas Sitepu.
Di tempat terpisah, Kasubag Humas Deddy Mokodongan SSos, juga membenarkan mobnas tersebut sudah dikembalikan pihak kejari. “Mobnas DB 306 C benar sudah dikembalikan Kejari Bitung. Mobil itu diserahkan langsung Kasi Intel Nasir Sitepu SH ke Kepala BPKAD Tony Katuuk SE,” tandas Mokodongan, sembari menambahkan, bukti pengembalian mobnas tersebut dibuat berita acara yang ditandatangani langsung Sitepu dan Katuuk. (05)



Pedagang Asing di Sangihe Tak Diketahui Pihak Imigrasi

METRO, Tahuna – Pedagang asing yang beraktifitas di daerah Sangihe, ternyata tak diketahui pihak imigrasi setempat. Padahal orang asing ini sering mejajakan barang-barang souvenir produksi luar negeri disejumlah pusat keramaian dan beberapa instansi Pemkab Sangihe.
Kepala Kantor Cabang Imigrasi Kabupaten Sangihe, Sugiyanto SH yang dikonfrimasi METRO Kamis (27/07) kemarin, mengaku belum mengetahui kalau saat ini ada penjual yang datang dari luar negeri. Sugiyanto menyebut para penjual yang tak menguasai bahasa Indonesia namun lancar berbahasa Mandarin itu tidak pernah melaporkan diri ke Kantor Imigrasi Sangihe.”Seharusnya para pendatang dari luar Indonesia harus melaporkan diri ketika tiba di tempat tujuan mereka. Dengan demikian kami dapat mengetahui apa maksud kedatangan warga asing itu ke wilayah Indonesia. Saya akan menelusuri permasalahan ini,” tukas Sugiyanto. (34)



Polhut Bolmong Sita Puluhan Kubik Kayu Ilegal

METRO, Kotamobagu – Operasi dari satuan Polhut (Polisis Kehuatanan) Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bolmong berhasil menjaring puluhan kubik kayu illegal dari berbagai jenis, termasuk rotan dan mesin shinso yang tidak memiliki STPGR (Surat Tanda Penomoran Gergaji Rantai).
Disampaikan Kadishutbun Ir Hardi Mokodompit, operasi itu digelar sejak Selasa pekan ini. Adapun kayu ilegal yang diamankan adalah 20 kubik jenis campuran (Linggua, cempaka dan kayu merah). Selain itu ada juga dua ton rotan jenis umbul kelas satu, serta dua mesin gergaji tak berizin. Bahkan turut juga diamankan dua mobil truk yang dipakai mengangkut kayu dengan nopol DB 8918 AU dan DB 8135 EY. “DB 8918 AU adalah mobil truk jenis Rino, yang ditahan di jembatan Kayak saat sedang mengangkut kayu Linggua dari Bintanua menuju Desa Woloan Kecamatan Tomohon. Mobil tersebut milik Melby Tatoda, warga Woloan, dan diduga tidak memiliki dokumen pengangkutan kayu. Sedangkan truk yang satunya lagi, menganmgkut rotan dari Kecamatan Lolak menuju ke Bitung, dokumennya terlambat,” kata Hardi Mokodompit.
Ditambahkan Mokodompit, semua barang bukti tersebut sekarang sudah ditahan di kantor Polhut yang ada di samping Dishutbun, dan dalam proses penyidikan. Adapun operasi ini, kata dia, digelar untuk mengantisipasi maraknya pencurian kayu di Bolmong.(33)

Minahasa

Miliaran Dana Bencana Mengendap di Pemprop Sulut
Warga Tumpaan Minsel ancam demo di kantor gubernur
METRO, Tumpaan- Miliaran dana dari pemerintah pusat untuk penanggulangan pascabencana di Minsel khususnya guna relokasi warga Desa Lelema dan dan Popontolen Tumpaan diduga masih mengendap di Pemprop Sulut. Hal ini membuat warga yang berada di dua wilayah itu mengancam akan menggelar demo di kantor gubernur.
“Bila Pemprop Sulut masih menahan dana bantuan pemerintah pusat, maka kami akan melakukan aksi demo ke kantor gubernur di Manado,” ungkap sejumlah warga Amurang dan Tumpaan, kemarin.
Wakil Bupati Minsel Ventje Tuela SSos ketika dikonfirmasi wartawan, Kamis (27/07) kemarin, membenarkan bahwa dana bantuan untuk relokasi korban bencana banjir desa Lelema dan Popontolen kecamatan Tumpaan masih mengendap di Pemprov Sulut. Dia mengatakan, bahwa dari Rp 19 miliar lebih bantuan bencana untuk kabupaten Minsel dari pemerintah pusat, hanya Rp 3,8 miliar yang dicairkan oleh Pemprov. Sedangkan sisanya masih ditahan oleh Pemprov Sulut. “Pokoknya hanya bantuan SDA sebesar Rp 3,8 miliar yang dicairkan oleh Pemprov Sulut,” tegas Tuela.
Dari pantuan harian ini, kehidupan ratusan warga korban bencana banjir desa Lelema dan Popontolen, hidupnya kini semakin memprihatinkan. Pasalnya, mereka harus rela menerima nasib tidur beralaskan koran dan kardus dibawah tenda-tenda darurat yang diberikan Dinas Sosial Minsel.(01)

Papan Reklame Boulevard Tondano Semrawut

METRO, Tondano – Sejumlah masyarakat mengeluhkan pemasangan reklame beberapa produk rokok yang dipasang di jalur boulevard Tondano. Pemasangan reklame ini dinilai menyalahi estetika dan mengganggu pemandangan.
“Adodo komang ini reklame, so pe dapa tako. Masakan dorang ja pasang baku cako bagitu,” ujar Joice Manengkey, warga Tataaran yang hampir setiap hari melewati jalur itu.
Dia mendesak pemerintah agar menertibkan reklame yang dipasang secara tidak beraturan ini. Pemerintah juga diharapkan tidak memprioritaskan pemasukan pajak dari reklame, tapi juga turut memperhatikan kaidah estetika.
Kepala Dinas Pendapatan Daerah Minahasa Drs Warouw Karouwan ketika dikonfirmasi wartawan membenarkan kalau pihaknya mendapat pajak dari pemasangan iklan ini. “Namun yang mengeluarkan ijin bukan kami,” kata Warouw.
Bupati Minahasa Vreeke Runtu ketika dikonfirmasi secara terpisah membenarkan kalau pemasangan iklan di jalur boulevard Tondano terkesan tidak beraturan. “Awalnya ada produk rokok yang meminta ijin pemasangan reklame. Setelah ijin dikeluarkan, mereka tidak juga memasang reklame. Kemudian ada produk lain yang meminta ijin, yang kemudian dikabulkan pemerintah. Produk yang kedua ini langsung memasang papan reklame,” cerita Vreeke.
Produk rokok ini awalnya memasang papan reklame di tengah jalur boulevard. Karena menyalahi aturan, maka reklame ini dipindah ke sisi jalan. “Setelah papan reklame dipasang, produk rokok yang pertama mendapat ijin kemudian memasang reklamenya, yang kemudian menutupi papan reklame sebelumnya,” ujar Vreeke.
Karena itu dia menegaskan akan melakukan penertiban secepatnya. “Supaya lebih enak dilihat. Memang so nyanda butul kalu tu papan reklame so bakucako,” kata Vreeke.(04)


Pembakaran Hutan ‘Menggila’ di Kecamatan Tenga


METRO, Tenga-Instruksi Bupati Minsel Drs Ramoy Markus Luntungan, agar warga Minsel tidak melakukan pembersihan hutan/kebun dengan melakukan pembakaran, serta tidak membuang api rokok dengan sembarangan, ternyata tidak digubris oleh masyarakat. Pasalnya, peristiwa kebakaran makin ‘menggila’ di Minsel.
Seperti kasus kebakaran hutan di sepanjang jalan trans-sulawesi kecamatan Tenga, yang mengundang sorotan tajam sejumlah elemen masyarakat, termasuk para tokoh masyarakat kecamatan Tenga. Mereka mengatakan, pihak kecamatan dalam hal ini Camat Tenga Drs Pengky Terok, tidak mensosialisasikan surat edaran (SE) atau himbauan bupati Minsel Drs RM Luntungan, tentang antisipasi bahaya kebakaran di musim kemarau. Di tempat terpisah Camat Tenga Drs Pengky Terok melalui Sekcam Arry J Lolowang ketika dikonfirmasi kemarin, membantah hal tersebut. Dia mengatakan, peristiwa kebakaran hutan di sepanjang ruas jalan trans-sulawesi kecamatan Tenga, itu akibat warga membuang rokok dengan sembarangan. “Kalau warga yang melakukan pembakaran hutan, itu informasi keliru. Sebab, bila terbukti sesuai edaran bupati Minsel, maka warga tersebut akan diproses hukum,” kelit Lolowang.(01)

Pelaksanaan Proyek di PU Minut Dipertanyakan


METRO, Airmadidi – Pelaksanaan sejumlah proyek yang ada di dinas Pekerjaan Umum (PU) dipertanyakan pengerjaannya. Pasalnya sejumlah proyek Bina Marga tersebut, khususnya jalan yang berbandrol Rp 1 miliar sejak diterbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) yang dikeluarkan Dinas PU sejak 1 Juni lalu, hingga kini realisasi pekerjaan belum mencapai 1 persen. Padahal perusahaan pemenang tender saat penerbitan SPK sudah menerima uang muka sebesar 30 persen.
“Kami menyesalkan sikap para kontraktor yang selama ini terkesan lambat dalam melakukan pekerjaan. Padahal sejak penerbitan SPK, mereka telah menerima uang muka sebesar 30 persen. Kami kuatir dalam pekerjaan nanti, tidak sesuai bestek yang ada, dikarenakan dana yang akan digunakan untuk melakukan pekerjaan telah habis dipakai,” ujar salah satu staf Dinas PU yang tidak mau namanya dikorankan, Kamis (27/07).
Namun dari informasi di Dinas PU, kalau kontraktor yang belum melaksanakan pekerjaan sudah mendapat teguran dari pengawas. Tapi kesempatan masih terus diberikan sampai tenggang waktu yang ditetapkan dalam SPK yang dibuat.(31)

politika

Prihatin dengan nasib puluhan honda yang gagal jadi PNS
DPRD Sulut Undang Kepala BKD dan Kadis Perkebunan

METRO, Manado – Nasib puluhan tenaga honorer daerah (honda) di lingkungan Dinas Perkebunan Pemprop Sulut, yang pada penerimaan CPNS Februari lalu tidak terakomodir, ternyata mendapat keprihatinan khusus dari Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Sulut.
Bahkan lewat hearing yang menghadirkan Kepala BKD Sulut Jefri Korengkeng dan Kadis Perkebunan F Tairas yang digelar Kamis (27/07) kemarin, para wakil rakyat ini mempertanyakan alasan pemerintah yang tidak mengakomodir para honda tersebut. Menariknya dalam hearing ini terungkap kalau BKD Sulut tidak pernah mengusulkan kepada Menpan tentang 52 Honda di dinas Perkebunan. Padahal DPRD telah memperjuangkan hal itu, berdasarkan permintaan dari dinas terkait.
Hal unik lainnya yang menjadi perhatian DPRD Sulut, ialah pemerintah juga diduga telah melakukan ketidakadilan terhadap para honda tersebut. dimana dari 52 honda, ada 10 yang diangkat menjadi PNS dengan alasan karena kesepuluh orang tersebut tidak mengambil dana “PHK” dalam bentuk kompensasi yang diberikan pemerintah.
Pihak honda yang mengaku mengambil dana kompensasi tersebut, mengaku kalau mereka tidak diberi tahu kalau uang itu merupakan tanda PHK, karena nilainya terlalu kecil dibandingkan masa kerja yang telah dilalui, dimana rata-rata hanya menerima tiga juta rupiah. Karena itu untuk menindaklanjuti persoalan ini, DPRD akan melakukan penyelidikan. (32)


Mamuaya: Pengguna Ipal Hanya
Dikenai Sanksi Administratif


METRO, Manado-Dengan berbagai pertimbangan, Kepala Badan Pengawas (Banwas) Sulut Drs Robby Mamuaya mengatakan pihkanya tak akan membeberkan nama-nama pengguna ijazah palsu dan gelar palsu (ipal).
Kepada wartawan, Rabu (27/07) kemarin Mamuaya mengatakan sesuai arahan langsung Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang, pengguna ijazah dan gelar ilegal itu hanya akan dikenai sanksi administratif.
“Dari hasil penelusuran kami, ternyata dari 21 pegawai yang ditenggarai tidak memiliki ijazah secara lengkap administratif 15 sudah mendapat klarifikasi dari Kopertis di Makassar dan dinyatakan tidak bermasalah, sedangkan 6 pegawai lainnya ternyata sama sekali tidak terdaftar di Kopertis walaupun memang di perguruan tinggi tempat kuliah mereka sudah dinyatakan lulus,” jelas Mamuaya.
Kemungkinan, katanya, perguruan tinggi yang menjadi tempat perkuliah ke enam pegawai itu tidak mengirim data administrasi kelulusan kepada Kopertis di Makassar.
Mamuaya juga mengatakan enam pegawai tersebut terdiri dari dua orang yang menjadi staf di Sekda Propinsi Sulut sedangkan empat pegawai lainnya berada di sejumlah dinas Pemprop Sulut. Sementara itu pejabat yang mengenakan gelar palsu tercatat 9 orang yang terdiri dari 6 pejabat eselon II, 2 pejabat eselon III dan 1 pejabat eselon IV dilingkungan Sekdaprop Sulut. Dan untuk pejabat yang menggunakan gelar perguruan tinggi luar negeri, masing-masing 1 pejabat di Eselon II dan III. “Untuk pejabat yang ditemui menggunakan min ganda ada 2 orang dan keduanya telah mendapat klarifikasi ,” terang Mamuaya.
Ditambahkannya pula sesuai arahan gubernur, pada hari Senin pekan depan Banwas akan memanggil pegawai dan pejabat yang terkait dengan persoalan ijasah serta gelar ilegal. “Mereka pasti akan kami berikan teguran keras, serta pelarangan untuk memakai gelar yang selama ini mereka gunakan karena tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sangsi ini memang harus diakui tidak berat, karena jenis pelanggarannya tidak masuk dalam kategori pidana. Contohnya pegawai yang menggunakan ijasah tidak lengkap itu terbukti tidak menggunakan ijasah untuk kenaikan pangkat atau masuk sebagai PNS. Begitu pula untuk pejabat pengguna gelar palsu sama sekali tidak mengetahui jika hal tersebut tidak diperbolehkan,” papar Mamuaya. (08)

Pesik: Proyek Dinsos Rp 9,1 Miliar tak Bermasalah
METRO, Manado- Penilaian yang menyatakan tender proyek di Dinas Sosial (Dinsos) Sulut bernilai sekitar Rp 9,1 miliar bermasalah, dibantah Kepala Dinsos, Niko Pesik. Menurut dia, proyek bantuan bencana alam yang dikucurkan Pemerintah Pusat lewat Kementrian Kesra itu, ditender sesuai aturan berlaku.


“Dalam pelaksanaan tender paket bantuan bahan bangunan rumah (BBR) yang dinilai bermasalah itu tidak benar. Kami telah melakukan tender sesuai dengan peraturan yang berlaku. Karena itu saya yakin tidak ada istilah bermasalah,” kata Pesik, Kamis (27/06) kemarin.
Seperti informasi yang berkembang pelaksanaan tender bantuan bencana alam oleh panitia pelaksana di Dinsos Sulut diduga telah terjadi penyimpangan, dimana sejumlah peserta proses lelang ditengarai tak memenuhi standard administrasi maksimal seperti yang telah diatur dalam peraturan pemerintah.
“Ini adalah bantuan untuk kemanusiaan jadi saya rasa panitia sangat hati-hati dalam penentuan pemenang tender bantuan bencana alam ini. Walaupun memang harus diakui ada beberapa peserta yang menjadi pemenang lebih dari 1 paket tapi sesuai dengan penilaian panitia peserta tersebut telah memenuhi syarat dan standar administrasi yang memadai,” tutur Pesik.
Dijelaskan Pesik, bantuan pemerintah kali ini akan digunakan untuk pengadaan bahan-bahan bangunan antara lain atap rumah (seng), semen dan batu-bata serta bahan perumahan lainnya. Setiap kepala keluarga yang diusulkan sebagai penerima bantuan ini akan mendapatkan alokasi anggaran sekitar 5 juta rupiah. “Kami telah melakukan pendataan di 7 kabupaten minus Bolmong dan Talaud karena belum ada usulan yang masuk kepada kami,” tandas Pesik.
Dinsos sendiri ditambahkan Pesik, bersedia jika penyaluran dana bantuan bencana alam diawasi langsung oleh pihak hukum. “Namun karena ini masih dalam proses tender maka ini masih merupakan kewenangan PTUN, jajaran saya bersedia jika sewaktu-waktu pihak kejaksaan ataupun kepolisian termasuk Banwas Sulut untuk dimintai pertanggungjawabannya,” ujar Pesik.
Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana tender proyek bantuan bencana alam, J Prang yang coba dikonfirmasi wartawan enggan membeberikan nama siapa saja perusahaan yang ikut serta dalam tender kali ini. Bahkan Prang mengaku dirinya sama sekali tidak mengetahuinya. “Saya tidak tahu siapa saja yang ikut tanya ke staf lain saja,” ujar Prang dengan nada tinggi melalui telepon genggamnya. (08)

Trotoar di Malalayang Disewakan Untuk Berjualan

METRO,Manado- Pemkot Manado melalui Dinas Ketertiban Umum mengadakan ‘pembersihan’ terhadap sejumlah pedagang yang berjualan di sepanjang daerah pantai Malalayang, Kamis (27/07) kemarin .
Dengan menurunkan satu kompi pasukannya, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) menyita gerobak-gerobak para pedagang rokok yang berjualan di badan jalan atau trotoar. Menariknya, saat dilakukan pembersihan ada beberapa pemilik gerobak yang mengaku telah menyewa trotoar kepada salah seorang oknum warga yang tinggal di daerah tersebut sebesar Rp 250 ribu per bulan. Saat Sat Pol PP menanyakan hal itu ke oknum tersebut, ia mengatakan, uang sewa tersebut untuk pembayaran listrik. Namun walaupun demikian Sat Pol PP tetap mengangkut gerobak-gerobak tersebut untuk dijadikan barang bukti penyitaan. Mereka juga sempat membongkar rumah yang berdiri di atas trotoar dan tidak memiliki izin. Sore harinya,Sat Pol PP kembali membersihkan kios-kios dan gerobak di sepanjang jalan Piere Tendean. Kasubdin Tatalaksana Penertiban, Drs Ferry Manua mengatakan pembersihan ini merupakan amanat Perda Nomor 18 tahun 2003 tentang tidak dipebolehkannya berjualan di badan jalan atau trotoar yang merupakan fasilitas umum. (37)

Sosialisasi Lurah Untuk Pemberdayaan Masyarakat

METRO,Manado- Kamis (27/07)kemarin, seluruh Camat dan Lurah yang berada di wilayah Pemkot Manado mengikuti sosialisasi tugas pokok Lurah tentang pemberdayaan masyarakat Kelurahan, yang dibawakan oleh DR L Giroth MSi dan tim yang berasal dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri.
Kepada wartawan, DR Lexie Giroth yang dikonfirmasi melalui Asisten satu Drs Jantje Supit menjelaskan, sosialisasi ini mengacu pada Peraturan Pemerintah No 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan. Menurut dia, ini dimaksudkan agar sektor perkotaan berupaya mewujudkan pelayanan publik. Contohnya perhatian dalam bidang pendidikan, kesehatan, keamanan, dan ketertiban. “Sebagai perangkat Kelurahan, Lurah harus mampu mengakomodir dan memberdayakan masyarakat sesuai dengan kondisi real di wilayah Kelurahan, karena setiap wilayah memiliki perbedaan geografi,” papar Supit.Dia menambahkan, Manado saat ini sangat membutuhkan materi-materi segar sebagai referensi untuk memberikan motivasi bagi Lurah dalam menghadapi tantangan tugas-tugas mereka.(35)

Kepsek Bermasalah Masuk Paket Roling
Lumentut: Tinggal menunggu laporan Banwas
METRO,Manado- Langkah tegas bakal diambil top eksekutif Pemkot Manado. Sejumlah pejabat bermasalah, termasuk diantaranya beberapa kepala sekolah (kepsek) telah masuk daftar roling pejabat yang akan digelar dalam waktu dekat ini.
“Dalam waktu dekat ini akan dilakukan roling bagi pejabat bermasalah, termasuk diantaranya para kepsek,” ungkap Sekretaris Daerah Kota Manado Ir GSV Lumentut MSi MM kepada wartawan, Kamis (27/07) kemarin.
Lumentut memaparkan, saat ini tinggal menunggu laporan hasil kajian Badan Pengawas (Banwas) dan selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan melakukan penyegaran pejabat. “Banwas sekarang ada rapat koordinasi di Bali, jadi setelah dari sana akan dilaporkan hasil kajian mereka. Ini yang akan dijadikan salah satu dasar untuk melakukan roling,” papar Lumentut.
Ketika didesak, kira-kira siapa saja pejabat atau kepsek yang telah masuk paket roling, Lumentut enggan membeberkannya. “Tunggu saja nanti,” elak dia.
Seperti gencar diberitakan selama ini, selain pejabat eselon II, sejumlah kepsek bermasalah juga masuk target roling. Mereka diantaranya, Kepala SMPN 4 Manado, Kepala SMPN 1 Manado, Kepala SMAN 1 Manado yang dinilai tidak mengikuti prosedur calon kepala sekolah (cakep) untuk menduduki jabatan mereka saat ini.(11)

Status ‘Awas’ Gunung Karangetang
METRO, Manado-Aktifitas Gunung Karangetang tidak mengalami penurunan namun cendrung meningkat. Bahkan berdasarkan informasi yang diperoleh harian ini dari Asisten I Pemprop Sulut Iskandar Gobel sesuai laporan dari Camat Siau Ulu Replein Areros, lava panas Gunung Karangetang kian mendekat dalam radius sekitar 1 kilo meter ke 5 lokasi pemukiman warga. Dikuatirkan jika saja Gunung Karangetang tetap memuntahkan lava panas maka 5 lokasi tersebut yakni, Kampung Kola-Kola, Desa Karerang, Desa Dame, Kelurahan Taratehang Kampung Bosaha, dan Kelurahan Tarorame Kampung Tampunan bakal dilewati lawa panas tersebut.
Oleh karena itu dalam rangka melakukan antisipasi terhadap bahaya lava panas Gunung Karangetang, Gubernur Sulut Drs Sinyo Sarundajang seperti disampaikan Gobel telah meminta agar seluruh instansi terkait yang tergabung dalam Satkorlak Sulut untuk segera mengambil langkah-langkah penanganan. “Kami telah mengadakan rapat dengan seluruh instansi pemerintah Sulut terkait untuk membicarakan langkah-langkah penanganan. Pak Gubernur sendiri telah meminta untuk pengiriman bantuan dilakukan secepatnya kepada para pengungsi, serta dalam waktu dekat ini beliau akan langsung turun ke lokasi di Siau Kabupaten Sangihe,” tandas Gobel kemarin. Gubernur juga meminta agar pemerintah setempat berkoordinasi dengan Pemprop Sulut untuk segera melakukan evakuasi warga.
Di lain pihak Areros selaku Camat Siau Ulu, ketika dihubungi lewat telepon mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pantauan terhadap aktifitas Gunung Karangetang utamanya laju atau pergerakan lava yang menuju ke pemukiman warga. Dan untuk antisipasi status Gunung Karangetang telah ditingkatkan dari posisi ‘Siaga’ menjadi ‘Awas’. “Memang sebelumnya warga telah banyak yang diungsikan tapi itu hanya berlaku di malam hari. Namun melihat perkembangan Gunung Karangetang yang kian memburuk maka pengungsi telah kami sarankan untuk tetap tinggal di pengungsian siang dan malam sembari menunggu kondisi Gunung Karangetang membaik. Untuk sementara data yang kami peroleh sudah sekitar 3491 warga yang diungsikan,” ujar Areros. (08)

Gelar Demo, Duduki DPRD Sulut
Aliansi Gereja Tolak Pelantikan Kakanwil Depag
METRO, Manado–Puluhan warga Sulut yang tergabung dalam Aliansi Warga Gereja Kamis (27/07) kemarin, menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sulut. Mereka mendesak wakil rakyat memperjuangkan aspirasi mereka menolak pelantikan Kakanwil Depag Sulut yang baru, karena dinilai tidak aspirastif dan melanggar kesepakatan.
Salah seorang koordinator aksi, Pdt Lucky Rumopa STh dalam orasinya mengatakan jika pemerintah Sulut melantik Kakanwil Depag yang baru, itu artinya pemerintah menyakiti hati rakyat Sulut. Sebab dalam kesepakatan yang pernah dilakukan bersama antara kementrian agama dengan berbagai elemen masyarakat Sulut, dijanjikan kalau Kakanwil Depag Sulut nantinya akan diambil dari golongan Kristen, dengan melihat mayoritas penduduk yang ada.
Karena itu Rumopa mendesak supaya DPRD Sulut menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat demi hak dan keadilan. “Pimpinan DPRD bertanggung jawab atas rencana pelantikan Kanwil Agama yang bertendensi nepotisme,” ujarnya. Sementara itu personil DPRD Sulut Royke Tangkudung yang tampil sebagai penerima aksi mengatakan akan menindaklanjuti aspirasi ini dengan menyampaikan kepada pemerintah daerah. “Saya berjanji akan menyampaikan aspirasi saudara-saudara kepada gubernur. Asalkan jangan sampai persoalan ini dibawa ke isu SARA,” ujarnya.
Bagi Tangkudung, jika masyarakat Sulut ingin memperjuangkan keadilan maka yang harus didesak bukanlah masalah agama melainkan meminta janji pemerintah. Senada dengannya, personil DPRD lainnya Yanny Kopalit mengatakan keinginan masyarakat Sulut agar Kanwil Depag dipegang oleh seorang yang beragama Kristen merupakan hal yang wajar, sebab hal ini telah menjadi kesepakatan sejak dua tahun silam. “Wajar jika rakyat Sulut menagih janji pemerintah pusat. Karena itu kami akan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah Sulut,” jelasnya.(32)

Wednesday, July 26, 2006

Ekspor Minyak Goreng Kelapa Sulut, Catat Transaksi Sebesar Rp 161,36 M
METRO, Manado- Selang Januari-Mei 2006 ini, ekspor minyak goreng kelapa Sulut, mengalami peningkatan cukup signifikan,. Peningkatannya sebesar 162,71 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Dari data yang dirangkum METRO, Rabu (27/07) kemarin di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, total nilai transaksi ekspor produk hasil kekayaan alam Sulut selama periode tersebut, yakni US$ 17.744.115,58 atau sebesar Rp 161,36 miliar (kurs 9.100). Dengan volume pengiriman sebanyak 27.751.067 kilogram. Naik dibanding capaian periode yang sama tahun lalu, dimana nilai transaksinya hanya US$ 6.754.344,76 atau sebesar Rp 61,46 miliar. Sedangkan volume ekspornya hanya sebanyak 27.751.067 kilogram.
Kepada METRO, Kepala Seksi Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sulut Jhony Rumagit SIP mengatakan, meningkatnya aktifitas perdagangan luar negeri Sulut, dengan sendirinya akan berdampak baik terhadap proses pertumbuhan ekonomi, baik secara regional maupun nasional.
”Jika kegiatan ekspor terus bergairah, maka penyerapan devisa akan meningkat, dan otomatis memberikan manfaat yang sangat berarti terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut kedepan,” kata Rumagit, diruang kerjanya.Lanjut Rumagit, produk turunan dari komoditi kelapa ini, biasanya diekspor ke negara-negara Eropa, Cina dan Amerika Serikat. (36)

Antisipasi Krisis Pangan di Musim Kemarau
Sulut Perlu Diversifikasi Bahan Makanan
METRO, Manado- Ketua Komisi VI DPR RI Dr Didik Rachbini mengatakan, musim kemarau yang berkepanjangan, dapat menyebabkan terjadinya krisis pangan. Makanya, perlu dilakukan diversifikasi bahan makanan, agar nantinya kebutuhan konsumsi utama manusia bukan hanya terfokus pada beras.
“Saya tahu di Sulut, terdapat berbagai bahan makanan yang bisa dijadikan sebagai kebutuhan konsumsi utama, diantaranya singkong atau bahan makanan jenis umbi-umbian, dimana tanaman ini sangat tahan terhadap panas, yang dipandang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, jika kemarau berlangsung lama,” kata Rachbini kepada wartawan, di Hotel Ritzy Manado, belum lama ini.
”Sebenarnya, kebutuhan karbohidrat bukan hanya pada beras saja, melainkan juga terdapat pada bahan makanan lainnya,” tambahnya.
Memang menurutnya, untuk membiasakan mensubstitusi (mengganti-red) beras dengan bahan makanan lainnya, bukanlah sesuatu hal yang mudah. Mengingat konsumsi beras sudah dilakukan semenjak masih kanak-kanak. Namun, jika menginginkan kestabilan pangan berlangsung secara terus-menerus, maka mulai saat ini harus belajar membiasakan diri mengkonsumsi bahan makanan lainnya.
“Kebiasaan mengkonsumsi berbagai jenis bahan makanan, juga memiliki manfaat besar terhadap pengaturan pola makan. Dimana dengan sendirinya akan memberikan kontribusi positif terhadap perilaku konsumtif masyarakat,” kunci Rachbini. (36)

Muda Mengejar Karir,Tua Memburu Jodoh

You Can’t Hurry Love, You Just Wait! Sebait kata yang dikutip dari lagu yang dinyayikan Phill Collins tentang cinta tak bisa diburu tetapi harus dinantikan. Ya, memang begitulah cinta. Lalu bagaimana dengan jodoh? Apakah jodoh harus diburu atau harus dikejar? Apakah benar pada saat muda mengejar karir dan ketika tua memburu jodoh?
Biasanya orang memanfaatkan masa remaja dengan berpetualang lalu saat selesai kuliah bekerja dan memburu karir. Kemudian saat karir dan kemapanan sudah di genggaman barulah memburu jodoh. Apakah sikap ini benar atau salah?
Sebagai contohnya, Albert, bukan nama sebenarnya alumni Fakultas Ekonomi Unsrat, mengemukakan kekecewaanya terhadap sikapnya saat masih di bangku kuliah. “Dulu kita gonta-ganti cewek, pas kerja kita mulai kejar karir, sekarang umur so 32 mo buru jodoh. Kita pikir parangpuan boleh kita mo dapa kalu kita banyak doi,” tuturnya sambil tertawa. Ia menyadari semua yang ia miliki sekarang tidak ada artinya tanpa pendamping hidup. “Biar bagimana kita butuh seseorang yang mo jadi kita pe teman hidup sampe tua,” ujarnya beralasan. “Cewe gaga memang banyak mar yang boleh mo ajak susah deng senang belum tantu,” tambahnya. Atau Maya, juga bukan nama sebenarnya mengakui rasa sepi sering datang di usianya yang hampir menginjak 30 tahun. “Kita memang so suka mo kaweng apalagi somo 30 tahun. So suka mo urus keluarga,” katanya sedikit malu-malu. “Kita komang so lelah batunangan terus tanpa ada kejelasan mo arah ke pernikahan,” kata pegawai Telkom ini. Namun begitu ia tidak mau cepat-cepat atau bahkan mulai memburu pria untuk menikahinya. “Apalagi kong somo jual murah,” tandasnya. Bagi kedua lajang ini, jodoh memang akan datang tepat waktu tapi rasa kuatir tidak akan mendapat pasangan hidup memang sering mengganggu. “Merasa so tua kong nyanda ada orang suka sto,” ujar Maya diiringi derai tawa. Tetapi keduanya mengaku diusia tiga puluhan mereka mengaku lebih selektif memilih pasangan. “Tako salah pilih. Kalo salah kan lebe bae sandiri,” jawab mereka kompak.
Jadi apa yang seharusnya anda lakukan saat menginjak usia dewasa dan belum bertemu jodoh?
Cobalah untuk berinteraksi dengan teman-teman baru, entah teman kantor, atau di organisasi kepemudaan. Atau mungkin seseorang yang baru anda temui di Mall atau tempat-tempat umum lainnya. Menjalin pertemanan dan cobalah juga ramah dengan mereka. Bukan hendak memburu pasangan tetapi siapa tahu jodoh anda ada di antara mereka. Atau mungkin telponlah teman-teman anda sewaktu sekolah atau kuliah. Siapa tahu yang anda naksir dulu belum menikah.
Sedangkan untuk mencegah memburu jodoh di usia tua sebaiknya manfaatkan masa muda dengan mencari kepastian wanita atau pria mana yang anda rasa pas untuk menemani masa tua anda. Misalnya mencoba serius dengan pasangan anda dan jangan gonta-ganti pasangan. Karena itu akan mempersempit kesempatan anda menemukan jodoh. (37)

Terbukti Narkoba, Fidel Dituntut Delapan Bulan
METRO, Manado – Setelah melalui proses pemriksaan saksi dan terdakwa dan sidang beberapa kali ditunda, akhirnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jeffry P Maukar SH dan Teddy Rorie SH mengajukan tuntutan terhadap oknum anak Ketua Dewan Sulut, terdakwa FPD alias Fidel (24), warga Kelurahan Malalayang I, Manado.
Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Manado, Rabu (26/07) kemarin, JPU menuntut supaya Fidel dipidana selama delapan bulan penjara. Dengan alasan, Fidel terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 82 ayat (1) huruf a UU Nomor 22 tahun 1997 tentang Narkotika.
Terhadap tuntutan tersebut, Majelis Hakim Juliana Wullur SH MH, LH Sibarani SH MH, Ferdinandus B SH dengan Panitera Sintje Sampelan SH langsung memberi kesempatan kepada Fidel untuk mengajukan pledoi (pembelaan). Kesempatan tersebut langsung dipergunakan Fidel melalui Penasihat Hukum Alfian Ratu SH. Ratu mintah supaya Fidel dibebaskan dengan mengemukakan berbagai alasan. Di antaranya keterangan para saksi yang terungkap di persidangan.
Kemudian setelah itu JPU diberi kesempatan untuk mengajukan replik. Di sini langsung terjadi perdebatan alot. JPU sebenarnya enggan mengajukan replik saat itu. Tapi akhirnya diajukan. Intinya tetap pada tuntutan yang sudah diajukan. Sedangkan Panasihat Hukum dalam dupliknya tetap pada pledoi.
Sementara JPU dalam tuntutannya menyebut Fidel ditangkap pada Jumat 24 Pebuari 2006 sekitar pukul 18.00 Wita dirumah lelaki Champ P (terdakwa dalam berkas tersendiri) yang terletak di jalan Wolter Monginsidi No 153 Kelurahan Bahu lingkungan V Kecamatan Malalayang. Ketika itu Champ menyuruh adiknya Cristianto P (terdakwa dalam berkas tersendiri), untuk mengantar satu paket putaw (heroin) ke Fidel. Namun rupanya transaksi tersebut sudah diketahui petugas dari Poltabes Manado. Nah saat barang diserahkan Cristianto ke Fidel, polisi langsung melakukan penangkapan. (06)

Usut dugaan kasus penipuan di PLN Suluttenggo, Sigit Kembali Diperiksa Polda
METRO, Manado – Genaral Manajer (GM) PLN Wilayah VII Suluttenggo Ir Sigit Prakoso, Rabu (26/07) kemarin kembali menjalani pemeriksaan Polda Sulut. Pemeriksaan itu sendiri masih seputar dugaan kasus penipuan yang dilaporkan direktur CV ABL Yance Tanesia.
Menurut Kabid Humas AKBP Drs Didi Hardi Sopandi, pemeriksaan terhadap GM PLN itu untuk dimintai keterangan lanjutan, karena sebelumnya sempat tertunda. “Sigit kembali menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai saksi dalam dugaan kasus penipuan,” jelas Sopandi.
Sementara itu Sigit sendiri ketika ditemui di sela-sela pemeriksaan, mengakui kehadirannya itu untuk menjalani pemeriksaan. Kecuali itu Sigit juga mengakui akan memberikan sejumlah data dan bukti adanya penipuan yang dilakukan CV ABL. (23)

Pengedar Upal di Tomohon Diringkus Polisi

METRO, Tomohon – Polres Tomohon akhirnya berhasil mengungkap peredaran uang palsu (upal) di Kelurahan Matani I, Lingkungan III, Tomohon Tengah. Bersamaan dengan itu polisi juga menangkap OK alias Oldy (33) warga setempat yang diduga sebagai pengedar upal tersebut, Selasa (25/07) malam di rumahnya.
Kapolsek Tomohon AKP Servasius Tundo ketika dikonfirmasi METRO, membenarkan pihaknya telah mengungkap kasus tersebut. Menurut Tundo, saat ini pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut, karena tersangka saat ini diduga hanya sebagai pengedarnya. Untuk itu Polsek Tomohon masih mencari sumber upal tersebut.
Lanjutnya saat ini tersangka Oldy diancam dengan hukuman 4 bulan penjara, karena melanggar pasal 249 KUHP tentang mengedarkan uang palsu. Namun menurut Tundo, jika nantinya tersangka memang terbukti dengan sengaja memalsukan atau meniru uang Negara maka terancam dengan hukuman 15 tahun penjara karena melanggar pasal 245 KUHP tentang memalsukan atau meniru uang Negara.
Polisi meringkus tersangka karena menduga kalau Oldy telah mengedarkan uang tersebut lewat sebuah arisan pada Minggu yang lalu. Seperti yang diberitakan sebelumnya, uang palsu itu diterima oleh salah satu warga setempat yang melaksanakan arisan. Selain itu juga uang palsu itu diterima salah satu pemilik warung serta seorang tukang ojek berupa pecahan Rp 10.000,-.
Karena merasa curiga dengan bentuk uang yang diterima akhirnya langsung dilaporkan ke kepolisian setempat.(38)

LPJ Bupati Talaud Ditunda

METRO, Tahuna – Sedianya Bupati Talaud dr Elly Lasut, Rabu (26/07) kemarin akan membawahkan LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban)tentang RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah)tahun anggaran 2005 didepan rapat paripurna DPRD. Namun karena belum draft LPJ yang berada di tangan anggota Dewan belum ditandatangani Bupati, rapat akhirnya diskors sampai hari ini.
Meski begitu dalam rapat kemarin yang dipimpin Ketua Dewan Kabupaten Talaud, ben Alotia didampingi Wakil Ketua Alex Riung yang juga ihadiri beberapa pejabat teras, sempat berlangsung alot. Penundaan sidang dimintahkan Ketua Fraksi Patriot Pancasila Sweleng Adam . kemudian mndapat dukungan dari Ketua Fraksi PG Engel Tatibi dan dari Fraksi PDIP Wietje Sasauw. (43)

Polres Bitung Bidik Agen KM Parna Raya 18

METRO, Bitung – Dugaan kasus BBM ilegal, dengan tersangka ‘A’ alias Arman akhirnya dikembangkan penyelidikannya oleh Polres Bitung. Menurut Kasat Reskrim AKP Joudy Kalalo SSos, pihaknya akan memeriksa agen KM Parna Raya 18, yang diduga memberikan BBM tersebut ke perahu taxi.
“Kami akan memeriksa agen KM Parya Raya 18. Sedangkan tersangka Arman akan di-BAP lagi untuk lebih memperjelas kasus BBM tersebut,” tandas Kalalo.
Kendati begitu, menurut mantan Kasat Reskrim Polres Minahasa ini, penyelidikan sementara, BBM dengan barang bukti dua ton solar masuk pencurian dan penggelapan, bukan pelanggaran migas. “Kami belum menemui indikasi pelanggaran migas. Tapi, kami tetap melakukan penyelidikan lagi,” janji Kalalo.
Sebagaimana diketahui, kasus BBM ini diserahkan POM TNI ke Polres Bitung. Kasus ini terjadi di kawasan Pelabuhan Bitung, tatkala tersangka Arman sedang beraksi menyedot BBM dari atas kapal bekerja sama dengan ABK ke perahu taxi. Sesuai hasil penyelidikan polres, kapal yang memberikan BBM tersebut bernama KM Parna Raya 18. (05)


Sondakh-Lahindo Kerap Keluar Daerah
METRO, Bitung – Lobi untuk mendapatkan bantuan pemerintah pusat tampaknya sedang diprioritaskan Walikota Hanny Sondakh dan Wakil Walikota Robert Lahindo untuk memajukan kota Bitung. Dikabarkan, dua top eksekutif ini, masing-masing berada di Jakarta dan Bali berkaitan dengan lobi tersebut.
Imbasnya, pejabat pusat yang diketahui dua hari berturut-turut datang ke Bitung hanya diterima Sekkot Drs MJ Lomban di dampingi asistennya
Terobosan yang dilakukan Sondakh-Lahindo ini memang patut diacungi jempol. Namun, ketidakhadiran mereka di kantor walikota ternyata membuat elemen warga Bitung bertanta-tanya. Pasalnya, bersamaan mereka ke Jakarta dan Bali, Selasa lalu, justru Komisi VI DPR-RI datang ke Bitung membawa misi menguntungkan, soal pembangunan kawasan Free Trade Zone (FTZ). Rabu, (26/07) kemarin, kembali Pemkot Bitung kedatangan tamu penting, tak lain pejabat Lemhanas.
Menurut Kasubag Humas Deddy Mokodongan SSos, Walikota Hanny Sondakh memang berada di Jakarta saat ini. Begitu pula dengan Wakil Walikota Robert Lahindo sedang di Bali. “Keberangkatan mereka ke sana tak kalah penting dibandingkan menerima pejabat pusat datang ke Bitung,” tandas Mokodongan. Sementara itu, menurut Anggota DPRD dari PKPI Viktor Tatanude SH, walikota ke Jakarta untuk melobi proyek di Departemen Perikanan dan Kelautan. “Kan Dinas Perikanan dan Kelautan Bitung belum kebagian proyek dari pusat. Walikota yang melobi langsung,” jelas Tatanude. (05)

Tim Lemhanas Kunjungan ke Minut
METRO, Airmadidi - Tim pengkajian Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) hari ini, Kamis (27/07), akan melakukan kunjungan ke Minut. Ini dalam rangka survey lapangan dan pengumpulan data kajian untuk mengembangkan kemandirian perekonomian nasional berbasis industri agraris dalam menyonsong perdagangan bebas. Tim yang diketuai Brigjen TNI Mulya Setiawan, dengan anggota diantaranya Deputi Pengkajian, Brigjen TNI Basri A Nababan, Laksma TNI M Syamsi, Brigjen TNI Agus Hartono, Brigjen TNI Suryo Haryanto, Kolonel Inf Yasri Yatim, Kolonel, PNS Sadoni dan Waluyo. Demikian disampaikan Kabag Humas Ronny Siwi kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya kemarin.
“Kunjungan Tim Lemhanas ke Minut, semata dalam rangka untuk melakukan survey lapangan dan pengumpulan data, sebagai bentuk kajian dalam mengembangkan kemadirian perekonomian nasional berbasis industri agraris dalam menyonsong perdagangan bebas,”terang Siwi.
Sebelumnya, Rabu (26/07) kemarin, Tim Lemhanas juga mengunjungi Tomohon dan diterima secara langsung oleh Walikota Tomohon Jefferson SM Rumajar SE.(31/38)

Kota Tomohon Dikelilingi Tiga Potensi Bencana
METRO, Tomohon –Warga Tomohon diminta untuk tetap waspada. Karena Kota Tomohon dikelilingi oleh tiga potensi bencana masing-masing letusan gunung api, kebakaran hutan dan banjir yang sewaktu-waktu bisa mengancam. Untuk itu sejumlah hutan di Kota Bunga ini perlu direvitalisasi. Demikian disampaikan Walikota Tomohon Jefferson Rumajar SE, Rabu (26/07), di Desa Kayawu Tomohon Utara.
Rumajar memaparkan, ketiga potensi bencana yang mengelilingi Tomohon yaitu, letusan gunung api karena Tomohon diapait oleh dua gunung berapi yang masih aktif yaitu Gunung Lokon dan Mahawu. Kedua, kebakaran hutan dan yang terakhir ancaman banjir.
Lebih lanjut dia mengatakan, untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu adanya kesadaran dari masyarakat akan bahaya bencana tersebut. Selain itu menurut dia, peristiwa bencana banjir yang melanda beberapa daerah di Sulut pada waktu yang lalu salah satunya diakibatkan karena air yang berada dari Tomohon menuju ke wilayah tersebut.Oleh karena itu Rumajar mengharapkan supaya saat ini perlu adanya revitalisasi Hutan Kota Tomohon. Apalagi menurutnya, saat ini areal hutan Kota Tomohon hanya tersisa 25 persen dari yang seharusnya yakni 30 persen. Untuk itu dia meminta kerja sama dari semua pihak untuk memperhatikan hal tersebut.(38)

Gubernur Minta Dispertanak
Tindaklanjuti Kunjungan ke Cina
METRO, Manado-Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang Selasa (25/07) lalu, mengatakan untuk menjaga agar kepercayaan masyarakat kepada pemerintah tidak luntur, ada baiknya Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Sulut yang melakukan kunjungan ke Cina bersama dengan unsur legislatif beberapa waktu yang lalu segera menindaklanjuti hasil kunjugannya tersebut.
“Namanya juga studi banding yang pasti ada pengalaman ataupun pembelanjaran berharga yang kita peroleh di tempat lain. Dan tentunya itu harus direspon dengan mengadopsi hasil kunjungan tersebut dengan tindakan nyata di daerah. Karena bukan tidak mungkin jika saja tidak ada hasil real yang diberikan, masyarakat malah akan balik mempertanyakannya,” tukas Gubernur. Namun dia mengakui jika hasil kunjungan Dispertanak bersama rombongan ke Cina akan membawa hasil yang lebih baik bagi masyarakat Sulut, apalagi hal itu menyentuh langsung dengan program pemerintah saat ini untuk mengembangkan sektor pertanian khususnya jagung.
Gubernur juga menambahkan, harapan kepada pemerintah Sulut yang tengah menggalang Crash Program salah satunya dengan pengembangan varietas jagung, dapat berjalan dengan baik dengan usaha instansi pemerintah terkait, berikutnya Gubernur merasa yakin sukses Crash Program juga harus ditopang oleh seluruh masyarakat Sulut. “Saya yakin program di sektor pertanian yang tengah kita galakan saat ini akan sukses. Itu menuntut kerja keras bagi seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat Sulut,” seru Sarundajang. (08)

Lagi, Pemprop Tangguhkan
Pengumuman Hasil Pemeriksaan Ipal
METRO, Manado-Janji Pemprop Sulut dalam hal ini Badan Pengawas (Banwas) untuk mengumumkan hasil pengusutan ijasah dan gelar palsu, Rabu (26/07) kemarin urung terealisasi. Alasan penundaan itu sendiri seperti disampaikan langsung oleh Kabanwas Sulut, Drs Robby Mamuaya karena yang bersangkutan mengaku jika dirinya kini tengah berada di luar daerah.
“Saya baru akan tiba sore ini (kemarin,red), karena ada urusan dinas. Jadi mungkin Kamis (hari ini,red) baru akan saya berikan penjelasan,” kata Mamuaya kepada wartawan dari ujung selularnya. Mamuaya juga belum memberikan kepastian apakah dalam penjelasan kepada wartawan nanti, akan diikutsertakan dengan pengumuman identitas siapa saja pejabat maupun pegawai yang menggukan ijasah dan gelar palsu. “Kita lihat saja nanti, yang pasti sesuai dengan petunjuk Pak Gubernur, karena seperti anda (wartawan,red) ketahui hal ini sudah dilaporkan kepada beliau,” tandasnya.
Di lain pihak Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang yang dimintai tanggapannya terhadap hal ini, Selasa lalu kembali menegaskan jika kewenangan untuk memberikan penjelasan terhadap hasil investivigasi pejabat maupun pegawai pengguna ijasah dan gelar palsu telah dimandatkan kepada Banwasda. “Jadi saya kira hasilnya nanti tergantung dari penjelasan Banwas,” elak Sarundajang. Ditambahkannya terkait dengan pembeberan identitas siapa saja pejabat maupun pegawai pengguna ijasah dan gelar palsu, tergantung pula dari hasil kajian dan evaluasi oleh pihak Banwas Sulut. (08)

Berbicara Adat Bantik, Manado Aman Tsunami
METRO,Manado- Ketua Aliansi Masyarakat Bantik Indonesia di Sulut Drs Denny Sege mengatakan, berbagai bencana Tsunami yang terjadi belakangan ini adalah kuasa Tuhan yang tak bisa ditolak siapapun. Sedangkan dalam kepercayaan suku Bantik, Manado merupakan wilayah yang aman dari tsunami.
“Sedangkan berbicara adat, di mana suku Bantik sebagai mayoritas masyarakat pesisir pantai mulai dari Malalayang, Talawaan Bantik, Meras, Molas, Kalasey dan lainnya, dari para leluhur telah menentukan dan berkeyakinan tempat-tempat yang sudah ditentukan sejak dahulu sebagai tempat tinggal, adalah tempat yang aman,” kata Sege.
Kepada wartawan, Rabu (26/07), Sege menjelaskan masyarakat Bantik secara adat telah mendarah daging dengan laut dan meyakini para leluhur yang telah menetapkan tempat ini jauh dari bencana. Karena itu mereka tidak terpengaruh dan terprovokasi dengan isu-isu bahaya Tsunami yang memang sedang melanda berbagai daerah di Indonesia, karena diyakini semuanya diatur Yang Maha Kuasa.
Dia menambahkan, kepercayaan warga Bantik jika nilai dan norma adat betul-betul diperhatikan dan dilaksanakan, daerah ini dipastikan aman. Sementara itu dari informasi yang dihimpun METRO dari Pemerintah Kelurahan di Malalayang, akibat maraknya isu Tsunami, banyak warga pendatang yang mulai mengincar untuk membeli tanah-tanah perkebunan yang berada di ketinggian, untuk dibangun rumah.(35)

UPTD Diknas Tikala Bantah ‘Kebiri’ Gaji 13
METRO,Manado- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Tikala membantah ‘mengebiri ‘ gaji 13 sejumlah guru. Melalui Press Release yang dikirimkan ke Redaksi Harian ini, Rabu (26/07) kemarin, Kepala UPTD Tikala Dra Jetty J Lantu membantah isu tersebut.
Lantu mengatakan, kabar tersebut sama sekali tidak benar karena gaji 13 diserahkan langsung kepada guru-guru dan kepala sekolah tanpa potongan. Ia mengatakan release yang ia kirimkan adalah bentuk penegasan tentang berita tersebut dan untuk pemulihan nama baik UPT Diknas Tikala.
Sebelumya UPT Diknas Tikala diterpa isu telah melakukan pemotongan gaji 13 dengan menyodorkan daftar partisipasi dan kupon kue senilai Rp 20 ribu. Hal ini disampaikan sejumlah guru dan kepala sekolah kepada wartawan, Selasa (11/07) lalu. (37)

Manado Segera Miliki Alat Deteksi Tsunami
METRO,Manado- Manado akan segera memiliki alat deteksi Early Warning System (EWS) untuk peringatan dini Tsunami. Hal ini disampaikan Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Manado Drs Subarjo Dipl Seis, Rabu (26/07) kemarin, di kantornya.
Dengan demikian, Manado merupakan kota ke sepuluh yang memiliki alat tersebut karena dianggap rawan tsunami. Kesembilan kota lainnya adalah Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Denpasar, Kupang, Ambon, Jayapura, dan Makassar.
Menurut Subarjo, EWS ini akan selesai sekitar tahun 2008-2009 dengan memiliki 25 sensor untuk mendeteksi gempa dan tsunami. Alat ini akan dipasang di dasar laut dan bila akan terjadi gempa sensor tersebut akan mengirim sinyal ke receiver yang otomatis akan membunyikan sirene sebagai tanda peringatan bagi warga. Subarjo menambahkan, dana EWS ini didapat dari APBN dan sumbangan dari negara Prancis, Cina dan Jepang.
Dalam kesempatan yang sama, Subarjo juga menyampaikan agar warga tak perlu percaya dengan isu-isu yang beredar lewat SMS tentang Tsunami yang akan melanda Manado. “Lebih baik langsung bertanya ke BMG agar penjelasannya jelas,” ujar dia. (37)

Pasar Airmadidi Diamuk Api
224 Rumah dan
Tempat Jual Ludes

METRO, Airmadidi--Pasar Airmadidi di Minahasa Utara, Rabu (26/07) kemarin, sekitar pukul 14.30 Wita, ludes dilalap si jago merah. Akibatnya, sekitar 30 rumah dan warung, 150 tenda, 40 kios dan empat rumah permanen rata dengan tanah.
Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) dilaporkan, api diduga berasal dari salah satu rumah kios yang ada di tengah-tengah pasar. Si jago merah kemudian cepat membesar dan menjilat bangunan di sekitarnya. Api sulit dipadamakan hingga akhirnya menyebar ke seluruh lokasi pasar terbesar di Minut itu.
Saksi mata Anneke Galung (43) pembantu di rumah keluarga Harso Ridwan melihat langsung asal mula api itu. Anneke mengungkapkan, saat itu dirinya sedang mencuci pakaian di belakang rumah yang tepat bersebelahan dengan dapur rumah Steven Sorongan alias Epong. “Waktu saya lagi mencuci baju, pertama tercium bau asap. Tetapi setelah saya lihat di dapur Epong sudah ada api menyala dan dengan cepatnya menjadi besar. Saya kemudian langsung secepatnya keluar dari rumah,” ungkap Galung.
Api langsung membesar dan menghanguskan semua bangunan Pasar Airmadidi. Petugas pemadam kebakaran Minut tak dapat berbuat banyak karena angin yang sangat kencang membuat api sulit dipadamkan. Sekitar pukul 16.00 Wita, api mulai padam. Dan untuk memadamkan sisa-sisa api, Pemkab Minut meminta bantuan mobil Damkar dari Bitung (1 unit), Manado (2 Unit), dan Minahasa (2 unit). “Semua mobil damkar yang turun ke lokasi berjumlah tujuh unit,” kata Drs Jotje Akay, Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Minut.
Hukum Tua Airmadidi Atas Josept Dengah mengungkapkan hampir 75 persen pasar terbakar dan kerugian ditaksir Rp 4 miliar. Sedangkan Kapolres Minut AKBP Drs Sungkono yang langsung terjun ke TKP menyatakan bahwa pihaknya saat ini belum bisa memastikan penyebab kebakaran. “Belum bisa dipastikan karena pihak kami akan menyelidikinya lebih lanjut, begitu juga kerugian yang dicapai pada kebakaran ini,” kata Sungkono.(31)

HARGA IKLAN

Advertorial (BW) Rp. 10.000 / mmk (minimal 3 kolom)
Advertorial (FC) Rp. 20.000 / mmk (minimal 3 kolom)
Jenis Iklan : Logo (BISNIS) FC
Ukuran : 42 mm x 25 mm
Posisi : Halaman 1 (kuping)
Harga Iklan : Rp. 2.500.000,-

Jenis Iklan : Bisnis ( FC )
Ukuran : 87 mm x 50 mmk
Posisi : Halaman 1 (leher)
Harga Iklan : Rp. 9.000.000,-

Jenis Iklan : Logo (BISNIS) FC
Ukuran : 42 mm x 25 mm
Posisi : Halaman 16(kuping)
Harga Iklan : Rp. 1.750.000,-

Jenis Iklan : Bisnis ( FC )
Ukuran : 87 mm x 50 mmk
Posisi : Halaman 16 (leher)
Harga Iklan : Rp. 7.500.000,-

Iklan Duka (BW) Rp. 5.000 / mmk (min. 3 kolom)
Iklan Duka (FC) Rp. 8.000 / mmk (min. 3 kolom)

Iklan BISNIS (BW) Rp. 5.000 / mmk
Iklan BISNIS(FC) Rp. 10.000 / mmk

Semua Tarif Iklan Belum Termasuk PPN 10%
Ukuran Kolom
1 kolom = 42 mm 4 kolom = 177 mm
2 kolom = 87 mm 5 kolom = 222 mm
3 kolom = 132 mm 6 kolom = 267 mm